RSS

ANALISIS JURNAL II (KEPUASAN KONSUMEN)

01 Okt

ANALISIS JURNAL BIMBINGAN I

JUDUL : Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Kesetian Merek
(Studi Kasus Restoran The Prime Steak & Ribs Surabaya)

PENGARANG :Hatane Samuel Foedjiwati

TEMA : KEPUASAN KONSUMEN

LATAR BELAKANG MASALAH :
Masyarakat modern ditandai dengan aktivitas kerja yang tinggi serta adanya kesempatan yang sama untuk dapat bekerja bagi setiap orang yang mempunyai kompetensi tanpa diskriminasi. Aktivitas tersebut berdampak pada semakin banyak wanita pekerja atau karir yang menghabiskan waktu di luar rumah, sehingga kesulitandalam menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga termasuk menyediakan makanan bagi keluarga. Kelompok keluarga dengan ekonomi cukup, cenderung memilih makan di luar rumah dengan memilih tempat restoran atau cafe, selain cita rasanya lebih enak juga banyak sekali aneka menu yang ditawarkan, serta suasana yang menyenangkan. Surabaya sebagai kota metropolitan memiliki fasilitas untuk kondisi seperti yang disebutkan di atas. Bisnis makanan di Surabaya masih memberikan peluang bagi para pengusaha restoran. The Prime Steak & Ribs salah satu badan usaha restoran membuka usahanya pada 11 November 2002 berlokasi di Jl. Manyar Kertoarjo 66, Surabaya. Awalnya restoran ini dibuka khusus untuk pelayanan undangan khusus (Soft Opening), akan tetapi dalam kurun waktu yang tidak lama kemudian (16 Desember 2003), dibuka untuk umum (Grand Opening). Restoran ini memiliki banyak pesaing lainnya, seperti: Boncafe, Calvados, Prosteak yang sudah ada sebelumnya. Restoran ini mencoba masuk pada persaingan yang sudah ketat dengan merebut pangsa pasar yang sama dengan restoran lainnya di Surabaya. Berdasarkan hasil survey awal, ada fenomena bahwa konsumen restoran ini makin hari makin bertambah, dan terlihat ada kesetiaan dari pelanggannya dilihat dari frekuensi kunjungan mereka. Hal ini membuat peneliti ingin menganalisis tingkat kesetiaan pelanggan restoran ini berdasarkan tingkat kepuasan mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukkan manajemen mengevaluasi keberhasilan dalam mengelolah restoran menghadapi pesaing yang makin ketat dan agresif.

MASALAH :
Semakin banyak wanita pekerja atau karir yang menghabiskan waktu di luar rumah, sehingga kesulitan dalam menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga termasuk menyediakan makanan bagi keluarga.Berdasarkan hasil survey awal, ada fenomena bahwa konsumen restoran ini makin hari makin bertambah, dan terlihat ada kesetiaan
dari pelanggannya dilihat dari frekuensi kunjungan mereka. Hal ini membuat peneliti ingin menganalisis tingkat kesetiaan pelanggan restoran ini berdasarkan tingkat kepuasan mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukkan manajemen mengevaluasi keberhasilan dalam mengelolah restoran menghadapi pesaing yang makin ketat dan agresif.

TUJUAN :
Untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap restoran serta tingkat kesetiaan konsumen dan meningkatkan kepuasaan konsumen.

METODELOGI:
Popolasi, Data, dan Sampel : keseluruhan konsumen seluruh konsumen restoran The Prime Steak & Ribs yang berdomisili di Surabaya dengan sample diambil dengan cara acak sederhana berdasarkan nomor pengunjung dalam satu minggu pertama dan satu minggu terakhir dalam bulan Mei 2003, sebanyak 110 sampel.

ALAT ANALISIS :
Melalui Tabel Deskripsi Variabel Kepuasan Konsumen yang berdasarkan :
HARGA
KUALITAS
KEANDAL
JAMINAN
KECEPATAN
KESEDIAN
KEMAMPUAN
KESOPANAN
PENYAMPAIAN
KEMUDAHAN
REPUTASI
PERMINTAAN

ANALISIS dan HASIL :
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa;
1. Kepuasan konsumen yang dijelaskan oleh Attributes related to the product, Attributes related to the service, Attributes related to the purchase di The Prime Steak & Ribs mendapat penilaian yang cenderung baik, walaupun terdapat beberapa atribut yang mendapat penilaian kurang baik.
2. Kepuasan konsumen untuk beberapa atribut masih mempunyai variasi penilaian yang tinggi, hal ini tentu berkaitan dengan segmentasi konsumen yang berbeda dengan tuntutan pelayanan yang berbeda pula.
3. Atribut keseringan makan di restoran The Prime Steak & Ribs mempunyai nilai yang rendah dapat merupakan suatu kelemahan dalam mengukur kesetiaan merek.
4. Terdapat hubungan pengaruh positip yang signifikan antara kepuasan konsumen dengan kesetiaan merek, hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini mendukung teori tentang kesetiaan merek.

SUMBER : http://docs.google.com/gview?url=http://paul02583.files.wordpress.com/2008/05/man05070105.pdf&chrome=true

ANALISIS JURNAL BIMBINGAN II

JUDUL : PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PRODUK MAKANAN TELA KREZZ CABANG BEKASI

PENGARANG : Agyl Satrio Hutomo*)

LATAR BELAKANG MASALAH :
Umumnya masyarakat modern dewasa ini ditandai dengan aktivitas kerja yang tinggi, khususnya yang terletak di perumahan, perkantoran dan sekolah. Mobilitas kegiatan tersebut berdampak pada semakin banyak orang menghabiskan waktunya di luar rumah karena banyaknya kegiatan, khususnya kalangan pelajar, mahasiswa dan karyawan yang sebagian besar dari mereka lebih suka mencari jenis makanan ringan dengan harga yang murah dan memiliki citra rasa yang enak dan berkualitas. Sehingga pada jaman sekarang ini banyak sekali jenis ukm makanan.
kecil yang bermunculan dengan harga yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

MASALAH :
1. Apakah kualitas produk mempunyai pengaruh yang positif terhadap loyalitas pelanggan?
2. Apakah kepuasan konsumen mempunyai pengaruh yang positif terhadap loyalitas pelanggan?
3. Apakah kualitas produk, kepuasan konsumen secara bersama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan?

TUJUAN PENELITIAN :
1. Untuk menganalisis tentang pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan.
2. Untuk menganalsis pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas pelanggan.
3. Untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, dan kepuasan konsumen secara bersama-sama terhadap loyalitas pelanggan.

METODOLOGI :
1. Teknik Penarikan Sampel
Metode penarikan sampel dalam penelitian ini adalah dengan metode simple random sampling, yaitu teknik sampling dimana peneliti mempunyai pilihan pribadi dalam memilih individu yang akan menjadi anggota sampel.

2. Besaran Sampel
Besaran sampel merupakan banyaknya individu, subjek atau elemen dari populasi yang diambil sebagai sampel.

ANALISIS :
Kuesener yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji, yakni uji vailiditas dan uji reliabilitas. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kualitas produk dan tingkat kepuasan konsumen terhadap loyalitas pelanggan, data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan
analisis regresi.

HASIL :
Berdasarkan hasil penelitian y6ang ada dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap loyakitas pelanggan.

SUMBER :
http://docs.google.com/gview?url=http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/economy/2009/Artikel_10205061.pdf&chrome=true

ANALISIS JURNAL BIMBINGAN III :

JUDUL : PENGARUH KEPUASAN KONSUMEN DAN INSENTIF TERHADAP PERILAKU WOM
(WORD-OF-MOUTH) KONSUMEN JASA ANGKUTAN PENUMPANG BIS ANTAR KOTA
ANTAR PROPINSI KELAS EKSEKUTIF DI BANDUNG

PENGARANG : Erida

TEMA : KEPUASAN KONSUMEN

LATAR BELAKANG MASALAH :
Angkutan penumpang bis, termasuk salah satu bentuk bisnis jasa transportasi yang masih cukup prospektif, meskipun bisnis disektor ini cukup terpukul ketika krisis ekonomi terjadi sejak pertengahan Juli tahun 1997. Di Jawa Barat, sampai tahun 2002 tercatat sebanyak 111 perusahaan angkutan bis yang melayani trayek baik antar kota dalam propinsi maupun antar kota antar propinsi, dengan jumlah armada
3271 bis, (Dinas Perhubungan Jawa Barat,2003). Dari jumlah perusahaan tersebut, 38 perusahaan daintaranya terdapat di Bandung, dan diantara ke 38 perusahaan tersebut, terdapat 7 perusahaan yang melayani trayek Bandung-Palembang.
Banyaknya perusahaan yang bergerak dalam bisnis jasa angkutan penumpang bis, kelas eksekutif khususnya, tentunya menimbulkan konsekuensi pada tajamnya persaingan dalam mendapatkan pelanggan
dan mempertahankan pelanggan yang ada. Hal ini lebih diperberat oleh adanya perang tariff pada jasa transportasi udara, yang menyebabkan konsumen banyak yang beralih menggunakan angkutan udara.
Gejolak lingkungan bisnis tersebut dan adanya pergeseran tuntutan pelanggan, menuntut manajemen perusahaan untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Seperti konsumen dengan tingkat kemakmuran yang lebih baik, kini membutuhkan alat transport yang tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhannya untuk sampai ketempat tujuan, tetapi lebih jauh dari itu mereka membutuhkan kenyamanan
selama perjalanan. Artinya mereka membutuhkan suasana kendaraan yang benar-benar kondusif, service personal yang sopan dan ramah, sehingga dapat menikmati perjalanan yang menyenangkan. Oleh karenanya perusahaan harus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan memuaskan pelanggannya. Ketidakmampuan perusahaan dalam beadaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis yang cepat tersebut dapat menimbulkan ancaman bagi kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan.

MASALAH :
1. Bagaimana kepuasan konsumen jasa angkutan penumpang bis antar kota antar propinsi kelas eksekutif di Bandung,
2. Bagaimana tanggapan konsumen terhadap program insentif yang diberikan perusahaan,
3. Apakah kepuasan konsumen (tidak puas, puas dan sangat puas) berpengaruh terhadap perilaku word-of-mouth konsumen jasa angkutan penumpang bis antar kota antar propinsi kelas eksekutif di Bandung
4. Apakah Insentif (kupon makan, tiket gratis, dan kupon + tiket gratis) berpengaruh terhadap perilaku word-of-mouth konsumen jasa angkutan penumpang bis antar kota antar propinsi kelas eksekutif di Bandung
5. Apakah interaksi kepuasan konsumen dan insentif berpengaruh terhadap perilaku word-of-mouth konsumen jasa angkutan penumpang bis antar kota antar propinsi kelas eksekutif di Bandung.

TUJUAN :
Meningkatkan kualitas pelayanan jasa angkutan khususnya di kota Bandung dengan lima dimensi pokok kualitas jasa yang
dinilai yaitu (Zeithaml,2000; 82):
1. Reliability, ability to perform the promised service dependably and accurately.
2. Responsiveness, willingness to help customers and to provide prompt service.
3. Assurance, employees’ knowledge and courtesy and the ability of the firm and its employees to inspire trust and confidence.
4. Empathy, the caring, individualized attention the firm provides its customers.
5. Tangibles, appearance of physical facilities, equpment, personnel, and communication materials.

METODOLOGI :
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey explanatory. Populasi sample dalam penelitian ini adalah konsumen jasa angkutan penumpang bis AKAP kelas eksekutif dengan jumlah sample sebanyak 152 responden di lima perusahaan bis jurusan Bandung-Palembang. Penarikan sample menggunakan teknik judgement sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuestioner kepada responden, juga dilakukan observasi dan wawancara.
Data sekunder diperoleh dari perusahaan angkutan bis dan instansi terkait, yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Sebelum quationer digunakan lebih dulu diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan ‘item analysis’ dan ‘split half dari Spearman Brown. Kuesioner dinilai dengan menggunakan teknik scoring ‘sevent point scale’.

ANALISIS dan HASIL :
1. Secara rata-rata pelayanan jasa angkutan yang diberikan oleh kelima perusahaan jasa angkutan bis antar kota antar propinsi kelas eksekutif jurusan Bandung-Palembang memuaskan pelanggan. Hal ini dapat
dilihat dari persentase konsumen yang puas sebesar 53,3%, diikuti konsumen yang sangat puas 25% dan persentase konsumen yang tidak puas sebesar 21,7%. Namun dengan beberapa catatan kelemahan pada setiap dimensi pelayanannya. Diantaranya, pada dimensi tangibles, titik lemah terutama terletak pada sarana halaman parkir, ruang tunggu yang kurang nyaman, kebersihan ruang tunggu, dan tata letak ruang tunggu. Dimensi empathy, titik lemah terletak pada petugas dan kru bis dalam memahami keluhan penumpang. Dimensi reliability, titik lemah terletak pada luasnya jaringan pelayanan tiket, kualitas konsumsi, dan ketepatan jam keberangkatan. Selanjutnya untuk dimensi responsiveness, titik lemah terletak pada kecepatan pelayanan petugas
dalam melayani kebutuhan penumpang selama perjalanan, dan untuk dimensi assurance, titik lemah terletak pada jaminan keselamatan sampai ketujuan, jaminan keamanan selama dalam perjalanan dan keamanan barang bawaan penumpang didalam bis.
2. Program insentif yang diluncurkan, baik itu kupon makan, tiket gratis dan kupon + tiket gratis, mendapatkan tanggapan positif dari konsumen.
3. Kepuasan konsumen secara mandiri berpengaruh terhadap perilaku word-of-mouth konsumen , hal ini dapat dilihat dari Tabel ringkasan hasil pengujian sebagai berikut.
4.Insentif secara mandiri berpengaruh terhadap perilaku word-of-mouth konsumen.
5.Pengaruh mandiri insentif terhadap perilaku word-of-mouth konsumen yang diuji berdasarkan tingkat tanggapan konsumen terhadap program insentif juga mengindikasikan bahwa secara mandiri insentif dapat menimbulkan perilaku word-of-mouth konsumen pada jasa angkutan penumpang bis AKAP kelas eksekutif.

SUMBER :
http://docs.google.com/gview?url=http://jurnalmpmfeunja.files.wordpress.com/2009/01/vol1no12009revisi.pdf&chrome=true

ANALISIS JURNAL BARU

JUDUL : PENGARUH KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PT.PALYJA di JAKARTA

PENGARANG : DEA AMALIA

TAHUN : 2011

TEMA : KEPUASAN KONSUMEN

LATAR BELAKANG MASALAH :
Air merupakan sumber dari kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Seiring dengan berjalannya waktu serta masa, banyak generasi yang telah merusak alam ini sehingga sumber daya yang ada tidak dapat digunakan secara optimal. Seperti yang telah dirasakan oleh banyak masyarakat saat musim kemarau seperti sekarang dan dampak daripada Global Warming maka masyarakat di beberapa daerah khususnya Jakarta mengalami krisis air bersih.Hal tersebut sangat lah tidak wajar karena pada dasarnya Indonesia memiliki Sumber Daya yang berlimpah khususnya alam.

MASALAH :
1. Penyebaran air yang tidak merata sehingga terdapat beberapa daerah mengalami krisis air.
2. Keluhan konsumen terhadap pemerintah.

TUJUAN :
Untuk menganalisis seberapa puasnya para masyarakat terhadap pelayanan PT.PALYJA

METODOLOGI :
Diambil dari sampel dan data yang ada melalui kuisioner. Penelitian hanya dilakukan di beberapa rumah warga daerah Jakarta Pusat kurang lebih 10 rumah, namun ada beberapa warga yang tidak menggunakan lagi jasa pelayanan PT.PALYJA.

ANALISIS dan HASIL :
Dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa masyarakat kurang puas akan pelayanan dari PT.PALYJA karna penyeberan air yang kurang menyeluruh dan efektif.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 1, 2011 in METODE RISET **

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: